News  

Puasa Bedug Sampai Jam Berapa, Simak Penjelasan Sekitar Berbuka Puasa


Puasa Ramadhan adalah rukun Islam, yakni rukun Islam keempat. Puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi setiap umat Islam, terutama bagi yang sudah baligh, berakal, bisa atau sehat, dan tidak sedang ada halangan.

Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam menahan diri dari segala sesuatu yang mampu membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, mirip makan, minum, dan sebagainya.

Salah satu penyebab orang wajib puasa ialah sebab sudah baligh. Jadi, anak yang belum baligh belum wajib puasa Ramadhan.

Puasa bedug ialah puasa dimana waktu dimulainya dari fajar sampai waktu dzuhur. Biasanya hanya dilakukan untuk seorang anak yang baru mulai belajar puasa wajib. Tapi, setelah itu. Puasa dapat dilanjutkan sampai berbuka di waktu maghrib. Hal ini dapat membantu anak untuk berpuasa meski harus berbuka di tengah hari.

Puasa sudah mulai diwajibkan setelah anak itu berumur 10 tahun atau kelas 3 SD. Allah menganggap seluruh dosa ditanggung kepada anak, puasa dijadikan sebagai kewajiban dan sholat menjadi diwajibkan. Apabila tidak melaksanakan, sang orang tua diperbolehkan memukul anaknya sendiri bukan unsur kekerasan namun sebagai peringatan akan ibadah kepada Allah SWT.

Puasa Setengah Hari Pada Anak Kecil, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

Persepsi setiap orangtua mungkin berbeda-beda mengenai usia berapa puasa untuk anak dimulai. Anda mampu mengajarkan mereka untuk berpuasa semenjak TK dan mampu dimulai dengan puasa setengah hari.

Di Islam sendiri, sebenarnya diperbolehkan untuk anak-anak berpuasa sampai pukul 12 siang atau setelah azan zuhur berkumandang sebab masih dalam masa latihan.

Puasa atau shaum (bahasa Arab) itu sendiri adalah ialah menahan atau mencegah, yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang buruk, untuk meningkatkan ketakwaan.

Kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa. Ajaran di Islam sendiri menawarkan kewajiban berpuasa pada mereka yang sudah melewati masa balig.

Dan kondisi balig pada anak ialah saat mereka sudah disunat dan mengalami mimpi basah. Mengingat banyak anak belum mengalami mimpi mirip itu, maka kewajiban berpuasa belum menjadi miliknya. Untuk itu diperbolehkan puasa setengah hari yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi tubuhnya.

Makanan yang kita konsumsi dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh hingga empat jam. Jadi, kalau seorang anak, misalnya, makan pagi pada pukul 06.00, kadar gula darah dalam tubuhnya mampu bertahan hingga pukul 10.00.

Setelah rentang waktu empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan mulai memecah cadangan glukosa yang terutama disimpan di hati dan otot, yang disebut glikogen.

Enam belas jam setelah mengonsumsi makanan, atau yang disebut fase kelaparan dini, glukosa tidak lagi diambil tubuh dari cadangan yang disimpan di hati dan otot. Pada fase ini, sumber energi dapat berasal dari pemecahan lemak (keton) dan protein. Kalau fase kelaparan berlangsung lama atau kronis, dapat terjadi gangguan tumbuh-kembang pada anak.

Puasa biasanya dilakukan mulai sesaat sebelum matahari terbit (Imsak) hingga matahari terbenam (Magrib). Di negara tropis mirip Indonesia, di mana rentang waktu siang dan malam hampir sama, lama waktu berpuasa kurang-lebih 12 jam setiap harinya.

Bolehkah puasa setengah hati pada orang dewasa

Namun hukum puasa setengah hari ialah haram kalau dilakukan oleh orang dewasa yang tidak memiliki uzur sama sekali. Hal ini diperkuat Abdul Wahab As-Sya’rani dalam Mizanul Kubra. “Ulama empat madzhab menyepakati kewajiban puasa bagi muslim baligh, berakal, suci, mukim, dan bisa berpuasa.